
Pada saat Nabi Muhammad berusia 35 tahun Quraysh telah memperbarui Kabah. Ketika pekerjaan itu sampai ke Peletakan Hajar Aswad mereka bertengkar tentang siapa yang memiliki hak kehormatan terbesar untuk mengembalikan Hajar Aswad ke posisi semula. Kontroversinya sangat serius. Perselisihan itu berlangsung empat atau lima hari tanpa keputusan. Bahkan Kontroversi itu semakin meruncing dan hampir saja terjadi peperangan yang dahsyat di tanah suci”. Di tengah pertengkaran pahit ini Abu Umayyah bin Mugahirah Al-Makhzumi memiliki idenya sendiri. Dia menyarankan agar masalah ini (kembalinya Hajar Aswad ke lokasi semula) harus diserahkan kepada siapa saja yang pertama kali masuk melalui pintu masjid. Mereka mendukung usulan tersebut. Ternyata yang pertama masuk adalah utusan Allah SWT yang masuk melalui pintu Bani Syaibah. Ketika mereka melihatnya mereka berseru “Inilah al-Amin, kami rela (dengan keputusannya), inilah Muhammad (yang terpuji)”. Mendapatkan kepercayaan dan kehormatan menempatkannya di tempatnya dan meminta selendang. Lalu beliau kemudian meletakkanHajar Aswad di selendang tersebut. Kemudian meminta perwakilan dari pembesar Quraisy untuk mengangkat kain tersebut tinggi-tinggi. Ketika sampai pada posisi Hajar Aswad beliau mengambil Hajar Aswad dengan tangannya yang mulia dan meletakannya di tempatnya semula.
| Status Lokasi | Milik |
| Tahun Berdiri | 2022 |